Sunday, January 17, 2016

.:: ORANG ASING ::.

Bukan ini bukan mengenai orang bule, yang was wes wos dengan bahasanya.
Tapi maksudnya ‘Orang Asing’ disini adalah….
Dikala kita berusaha taat namun sangat sulit karena ini adalah...

Zaman dimana lirik lagu lebih banyak dilantunkan dibanding melantunkan al qur’an...

Zaman dimana membaca Biography Artis lebih diminati dari membaca Al-Qur’an...

Zaman dimana para pesepakbola lebih dikenal dibanding mengenal para shahabat Nabi…

Zaman dimana klub sepakbola lebih dibela mati matian dibanding membela Agama Islam...

Zaman dimana kata2 motivator lebih di dengar dibanding perkataan SHOHIH Nabinya…

Ya…

Ini adalah zaman dimana mengikuti Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam dibilang SESAT, dan menyelisihinya dibilang KEREN...

Ini adalah zaman dimana lirik lagu lebih bisa membuat air mata menetes, dibanding mengingat dosa dosa yang telah di lakukan...

Ini adalah zaman ketika wanita muslim malu akan identitas dirinya bahwa dia adalah seorang muslim...

Ini adalah zaman dimana maen futsal dan kumpul buat ngegosip lebih didahulukan ketimbang ke kajian untuk menuntut ilmu...

Ini adalah zaman dimana manusia jauh lebih percaya dengan dukun dan paranormal dibandingkan Allah Ta’ala...

Tidak Usah sedih….

Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.” (HR. Muslim no. 208)

Dan ketika kebanyakan dari mereka mencaci dan mencibir…
PATAHKAN saja dengan Akhlak kita…

Semoga manfa’at.
_____
Twitter @IslamDiaries

Saturday, January 16, 2016

Meraih Pahala Haji dan Umroh Setiap Pagi dengan Empat Amalan


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِى جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ

“Barangsiapa yang shalat Subuh berjamaah lalu berdzikir kepada Allah hingga terbit matahari, kemudian shalat dua raka'at, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah. Rasulullah shallallahu‘alaihi wa sallam bersabda: Pahalanya sempurna, sempurna, sempurna.” [HR. At-Tirmidzi dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu, Ash-Shahihah: 3403]

Beberapa Pelajaran:

1. Hadits yang mulia ini menunjukkan ganjaran sholat sunnah Isyroq yang sangat besar pahalanya dengan 4 syarat:

• Pertama: Sholat Subuh berjama'ah,
• Kedua: Dilakukan di masjid,
• Ketiga: Duduk berdzikir kepada Allah ta'ala di masjid sampai matahari terbit,
• Keempat: Sholat dua raka'at.

Akan tetapi tidak mengapa insya Allah jika seseorang menunda sholat tersebut sampai sebelum habis waktu Dhuha, yaitu menjelang Zhuhur.

Bahkan lebih afdhal dilakukan di waktu Dhuha yang paling afdhal, yaitu ketika matahari telah panas. Karena sebagaimana dijelaskan para ulama bahwa sholat Isyraq adalah sholat Dhuha di awal waktu, maka lebih afdhal dilakukan pada waktu Dhuha yang paling afdhal.

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

صَلاَةُ الأَوَّابِينَ حِينَ تَرْمَضُ الْفِصَالُ

“Sholatnya orang-orang yang taat serta senantiasa bertaubat kepada Allah (sholat Dhuha) adalah ketika anak-anak unta mulai kepanasan.” [HR. Muslim dari Zaid bin Arqom radhiyallahu’anhu]

An-Nawawi rahimahullah berkata,

“Di hadits ini ada keutamaan sholat (Dhuha) di waktu ini. Sahabat-sahabat kami berkata, inilah waktu sholat Dhuha yang paling afdhal (yaitu tatkala anak-anak unta mulai kepanasan), meski boleh sholat Dhuha sejak terbit matahari (yakni sempurna terbitnya) sampai waktu tergelincir (yakni sesaat sebelum waktu Zhuhur).” [Syarh Muslim, 6/30]

2. Jika seseorang keluar dari masjid karena suatu hajat dan hanya dalam waktu yang singkat, kemudian kembali dan melanjutkan dzikir di masjid maka ia tetap mendapat pahalanya insya Allah. Dan jika keluarnya untuk suatu amalan yang lebih besar seperti menuntut ilmu maka itu lebih afdhal [Lihat Fatawa Lajnah, 12/115]

3. Jika seseorang sholat di rumahnya karena udzur syar’i seperti sakit atau khauf, lalu ia melakukan amalan seperti dalam hadits di atas maka ia mendapatkan pahala yang sama insya Allah ta’ala. Bahkan jika ia tidak mampu sama sekali melakukannya karena sakit dan hanya sholat Subuh saja maka ia tetap mendapat pahalanya.

Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا مَرِضَ الْعَبْدُ ، أَوْ سَافَرَ كُتِبَ لَهُ مِثْلُ مَا كَانَ يَعْمَلُ مُقِيمًا صَحِيحًا

“Jika seorang hamba sakit atau melakukan safar, maka ditulis untuknya pahala yang biasa ia kerjakan ketika mukim lagi sehat.” [HR. Al-Bukhari dari Abu Musa radhiyallahu’anhu]

4. Seorang wanita yang sholat Subuh di rumah lalu melakukan amalan seperti dalam hadits ini juga akan mendapatkan pahalanya insya Allah, dan lebih afdhal wanita sholat di rumah [Lihat Majmu’ Fatawa Ibni Baz, 11/389]

5. Waktu Isyroq adalah setelah matahari terbit dan meninggi seukuran satu tombak (kurang lebih 2 meter) atau kurang lebih 1/3 atau 1/4 jam setelah terbit matahari. Dan jika seseorang terluput dari sholat sunnah fajar yang biasa ia kerjakan, hendaklah ia mengqodho’nya terlebih dahulu, lalu sholat Isyroq [Lihat Majmu' Fatawa Ibni Baz, 25/171, Majmu’ Fatawa Ibni ‘Utsaimin, 14/204]

_____
Sumber: http://sofyanruray.info/meraih-pahala-haji-dan-umroh-setiap-pagi-dengan-empat-amalan/

[copas dari grup WA Ta'awun Dakwah - 08111377787]

Tuesday, August 19, 2014

<• SIAPA SAJA YANG DIDOAKAN OLEH MALAIKAT? •>

1. Orang yang TIDUR dalam keadaan berSUCI.

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, “Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa “Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci”. (Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abdullah bin Umar rodhiAlloohu anhuma,  ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/37) 

2. Orang yang sedang duduk MENUNGGU WAKTU SHOLAT.

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, “Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya ‘Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia’”(Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah rodhiAlloohu anhu, Shahih Muslim no. 469) 

3. Orang – orang yang berada di SHAF barisan DEPAN di dalam shalat berjamaah.

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang – orang) yang berada pada shaf – shaf terdepan”(Imam Abu Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra’ bin ‘Azib rodhiAlloohu anhu, hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud I/130) 

4. Orang – orang yang MENYAMBUNG SHAF pada sholat berjamaah(tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalam shaf).

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang – orang yang menyambung shaf – shaf” (Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah rodhiAlloohu anha, hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/272) 

5. Para malaikat mengucapkan ‘AMIN’ ketika seorang Imam selesai membaca Al Fatihah.

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, “Jika seorang Imam membaca ‘ghairil maghdhuubi ‘alaihim waladh dhaalinn’, maka ucapkanlah oleh kalian ‘aamiin’, karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu” (Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah rodhiAlloohu anhu, Shahih Bukhari no. 782) 

6. Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah melakukan shalat.

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, “Para malaikat akan selalu bershalawat kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat shalat dimana ia melakukan shalat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata, ‘Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia” (Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah, Al Musnad no. 8106, Syaikh Ahmad Syakir menshahihkan hadits ini) 

7. Orang – orang yang melakukan shalat SHUBUH dan ‘ASHAR secara BERJAMA’AH.

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, “Para malaikat berkumpul pada saat shalat shubuh lalu para malaikat ( yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu shalat ‘ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga shalat ‘ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, ‘Bagaimana kalian meninggalkan hambaku?’, mereka menjawab, ‘Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan shalat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan shalat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat” (Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah rodhiAlloohu anhu, Al Musnad no. 9140, hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir) 

8. Orang yang menDO’A-KAN saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan.

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, “Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata ‘aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan’” (Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ummud Darda’ rodhiAlloohu anha, Shahih Muslim no. 2733) 

9. Orang – orang yang berINFAK.

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, “Tidak satu hari pun dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, ‘Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak’. Dan lainnya berkata, ‘Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit’” (Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah rodhiAlloohu anhu, Shahih Bukhari no. 1442 dan Shahih Muslim no. 1010) 

10. Orang yang sedang makan SAHUR.

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang – orang yang sedang makan sahur”(Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, meriwayaatkan dari Abdullah bin Umar rodhiAlloohu anhu, hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhiib wat Tarhiib I/519) 

11. Orang yang sedang MENJENGUK orang SAKIT.

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, “Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh”(Imam Ahmad meriwayatkan dari ‘Ali bin Abi Thalib rodhiAlloohu anhu, Al Musnad no. 754, Syaikh Ahmad Syakir berkomentar, “Sanadnya shahih”) 

12. Seseorang yang sedang MENGAJARKAN KEBAIKAN kepada orang lain.

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, “Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain” (Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily ra., dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Kitab Shahih At Tirmidzi II/343)

KLIK:
http://klikuk.com/siapa-saja-yang-didoakan-oleh-malaikat/

Apa arti kata 'abd (hamba)?

Soal-003

Soal:
Apa arti kata 'abd (hamba)?

Jawab:
Kata 'abd bila dimaksud adalah mu'abbad, artinya adalah yang dihinakan dan dikuasai. Dengan arti demikian, kata hamba tadi berlaku untuk seluruh makhluk di alam Makrokosmos dan Mikrokosmos, makhluk yang berakal atau tidak berakal, basah ataupun kering, aktif atau pasif, yang tampak maupun yang tersembunyi, mukmin maupun kafir, yang shalih maupun yang fasik, serta segala makhluk lainnya.

Semua yang ada adalah makhluk ciptaan Allaah Subhaanahu wa Ta'aala, hamba Allaah, dikuasai Allaah dengan kekuasaanNya, diatur dengan pengaturanNya. Masing-masing dari hamba memiliki ciri khas yang menjadi tandanya, memiliki batas-batas yang menjadi puncak eksistensinya. Masing-masing berputar sesuai dengan orbitnya, tidak akan melewatinya seujung rambutpun.

وَالشَّمْسُ تَجْرِي لِمُسْتَقَرٍّ لَهَا ۚ ذَٰلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ

dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. (Yaasin [36]: 38)

Semua itu dibawah aturan yang adil dan bijaksana.

Kalau yang dimaksud dengan kata 'abd adalah aabid atau ahli ibadah yang mencintai Allaah dan tunduk kepadaNya, maka kriteria itu khusus diberikan kepada kaum mukminin yang merupakan hamba-hamba Allaah yang dimuliakan, wali-wali Allaah yang bertakwa, yang tidak akan diselimuti rasa takut dan tidak akan dirundung kesedihan.

[Buku Pintar Aqidah Ahlussunnah. Syaikh Al-Allamah Hafizh bin Ahmad bin Al-Hikami. Pustaka At-Tibyan. Halaman 24-25]

Apa tujuan dari diciptakannya para makhluk oleh Allaah?

Soal-002

Soal:
Apa tujuan dari diciptakannya para makhluk oleh Allaah?

Jawab:
Allaah berfirman:

وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا لَاعِبِينَ

Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dengan bermain-main.

مَا خَلَقْنَاهُمَا إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ

Kami tidak menciptakan keduanya melainkan dengan haq, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.

(Ad-Dukhaan: 38-39)

Allaah berfirman:

وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاءَ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا بَاطِلًا ۚ ذَٰلِكَ ظَنُّ الَّذِينَ كَفَرُوا ۚ فَوَيْلٌ لِلَّذِينَ كَفَرُوا مِنَ النَّارِ

Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya tanpa hikmah. Yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang kafir itu karena mereka akan masuk neraka. (Shaad: 27)

Allaah berfirman:

وَخَلَقَ اللَّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِالْحَقِّ وَلِتُجْزَىٰ كُلُّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ

Dan Allah menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar dan agar dibalasi tiap-tiap diri terhadap apa yang dikerjakannya, dan mereka tidak akan dirugikan. (Al-Jaatsiyah: 22)

Allaah berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. (Adz-Dzaariyyat: 56)

[Buku Pintar Aqidah Ahlussunnah. Syaikh Al-Allamah Hafizh bin Ahmad bin Al-Hikami. Pustaka At-Tibyan. Halaman 23-24]