Berilmu sebelum beramal berdasarkan Al Quran dan As Sunnah sesuai pemahaman sahabat Rasulullaahu Shallallaahu 'alaihi wa sallam
Thursday, May 23, 2013
PANUTAN SALAFI DALAM BERAGAMA.....
Allah Ta’ala berfirman :
“Orang-orang yang terdahulu lagi pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Mujahirin dan Anshar serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha terhadap mereka dan mereka ridha terhadap Allah. Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan besar.” (QS. At-Taubah: 100).
Ayat tersebut sebagai hujjah bahwa manhaj (jalan) para sahabat adalah benar. Orang yang mengikuti mereka akan mendapatkan keridaan Allah Ta’ala dan disediakan bagi mereka surga. Mengikuti manhaj mereka adalah wajib atas setiap mukmin. Kalau mereka tidak mau mengikuti maka mereka akan mendapatkan hukuman dan tidak mendapatkan keridhaan Allah Ta’ala. [1]
Allah Ta’ala berfirman :
“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah ...” (QS. Ali Imran: 110).
Ayat ini menunjukkan bahwa Allah Ta’ala telah menetapkan keutamaan atas sekalian umat-umat yang ada dan hal ini menunjukkan keistiqomahan para sahabat dalam setiap keadaan karena mereka tidak menyimpang dari syari’at yang terang benderang, sehingga Allah Ta’ala mempersaksikan bahwa mereka memerintahkan setiap kema’rufan (kebaikan) dan mencegah setiap kemungkaran. Hal tersebut menunjukkan dengan pasti bahwa pemahaman mereka (sahabat) adalah hujjah atas orang-orang setelah mereka sampai Allah Ta’ala mewariskan bumi dan seisinya. [2]
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberi rekomendasi abadi terhadap mereka dalam sabdanya :
“Sebaik-baiknya manusia adalah pada masaku ini (yaitu masa para sahabat), kemudian orang-orang sesudahnya (tabiin) dan orang-orang sesudahnya lagi (tabiut tabiin). Lalu akan datang orang-orang yang kesaksiannya mendahului sumpahnya dan sumpahnya mendahului kesaksiannya.” (Hadits shahih. HR. Imam Bukhari dalam Shahihnya (2652) dan Imam Muslim dalam Shahihnya (2533), dari Abdullah bin Mas’ud (Ibnu Mas’ud) radhiyallahu ‘anh).
Dalam hadits ini Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan tentang kebaikan dan keutamaan mereka yang merupakan sebaik-baik manusia. Sedangkan perkataan ‘sebaik-baik manusia’ yaitu tentang aqidahnya, manhajnya, akhlaknya, dakwahnya dan lain-lainnya.
Dalam hadits lainpun disebutkan tentang kewajiban kita mengikuti manhaj para sahabat, yaitu hadits yang terkenal dengan hadits Irbadh bin Sariyah, hadits ini terdapat pula dalam al-Arba’in an-Nawawiyyah (no. 28) :
Berkata al-Irbadh bin Sariyah radhiyallahu ‘anh, “Suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah shalat bersama kami, kemudian beliau menghadap kepada kami dan memberikan nasihat kepada kami dengan nasihat yang menjadikan air mata berlinang dan membuat hati bergetar, maka seseorang berkata, ‘Wahai Rasulullah nasihat ini seakan-akan nasihat dari orang yang akan berpisah, maka berikanlah kami wasiat.’ Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Aku wasiatkan kepada kalian agar tetap bertaqwa kepada Allah, tetaplah mendengar dan taat, walaupun yang memerintah kalian adalah seorang budak dari Habasyah. Sungguh orang yang masih hidup di antara kalian setelahku akan melihat perselisihan yang banyak, maka wajib atas kalian berpegang teguh kepada Sunnahku dan Sunnah Khulafaur Rasyidin yang mendapat petunjuk. Peganglah erat-erat dan gigitlah dia dengan gigi gerahammu. Dan jauhilah oleh kalian perkara-perkara yang baru (dalam agama), karena sesungguhnya setiap perkara yang baru itu adalah bid’ah. Dan setiap bid’ah itu adalah sesat.’” (HR. Ahmad (IV/126-127), Abu Dawud (no. 4607), at-Tirmidzi (no. 2676). Hadits shahih).
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan tentang akan terjadinya perpecahan dan perselisihan pada umatnya, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan jalan keluar untuk selamat dunia dan akhirat, yaitu dengan mengikuti Sunnahnya dan Sunnah para sahabatnya. Sungguh mereka (para sahabat) telah mengambil kebenaran dari sumber yang jernih lagi murni, kemudian mereka tetapkan sebagai kaidah-kaidah Islam seluruhnya sehingga tidak memberi kesempatan bagi yang lain untuk membuat konsep dan pemikiran. Kemudian mereka sampaikan warisan yang mereka dapatkan dari cahaya kenabian secara suci lagi murni kepada para tabiin yang mengikuti mereka dengan baik. Sanad periwayatan mereka adalah dari Nabi dari Jibril dan dari Rabul Izzah, sanad yang tertinggi. Mereka sangat mengagunggkan Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan jiwa mereka sangat takut mengedepankan hawa nafsu atau mengotori Sunnah dengan berbagai pemikiran sesat. Jika Rasulullah memanggil mereka untuk melaksanakan satu perkara, maka mereka dengan cepat menunaikan tanpa bertanya atau komentar.
Ketika Hasan bin Ali berada dalam suatu majelis yang sedang memperbincangkan para sahabat, beliau berkata, “Sesungguhnya, mereka adalah umat yang paling baik hatinya, paling dalam ilmunya, dan paling sedikit penyimpangannya. Mereka merupakan kaum yang dipilih Allah untuk menjadi sahabat Nabi-Nya, maka berusahalah untuk menyerupai akhlak dan pemahaman mereka. Demi Tuhan Ka’bah, sesungguhnya mereka berada di atas jalan yang benar dan lurus.” [3]
Maka manusia paling berbahagia adalah yang mengikuti tata cara mereka dalam beragama secara bersambung seperti yang dikatakan Ibrahim bin Muhammad As-Syafi’i, “Saya tidak pernah melihat orang yang shalatnya lebih bagus ketimbang As-Syafi’i, karena ia mengambil (tata cara shalat) dari Muslim bin Khalid, sementara Muslim mengambil dari Ibnu Juraji, sedang Ibnu Juraji mengambil dari Atha’, sedang Atha’ mengambil dari Ibnu Zubair dan Ibnu Zubair mengambil dari Abu Bakar dan Abu Bakar mengambil dari Nabi.” [4]
Imam Ahmad pernah berkata dalam khutbahnya, “Prinsip-prinsip As-Sunnah dalam keyakinan kami adalah berpegang teguh terhadap apa yang (disepakati) para sahabat Rasulullah.” [5]
Mereka generasi pertama umat ini yang benar-benar menjadikkan sunnah Nabinya sebagai pijakan. Ucapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, baik berupa perintah ataupun larangan begitu mereka taati. Bahkan apa yang dilakukan dan di jalani Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam senantiasa dijadikan teladan. Beliau benar-benar dijadikan panutan. Mereka begitu cinta dan taat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Apa yang disabdakan beliau senantiasa dikedepankan, tanpa didahului oleh perkataan siapapun selain beliau, walau setinggi apapun kedudukan orang itu.
Dan mereka adalah orang-orang yang senantiasa berlapang dada menerima nasihat, teguh dalam melaksanakan kewajiban agama, dan ikhlas meninggalkan segala larangan yang ditetapkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Kemudian setelah generasi sahabat, lahirlah para tabiin yang meniti jalan mereka dan mengikuti jejak mereka, lalu diikuti pula para tabiut tabiin yang tidak kalah gigi dalam memperjuangkan Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam guna menjaga kemurnian ajaran islam yang mulia.
----------
“Ya Allah. Semoga Engkau berkenan mengumpulkan kami bersama orang-orang terkasih di surgaMu dan memperkenankan kami memandang kemuliaan wajahMu. Amin.”
Sumber :
- Buku Putih Dakwah Salafiyah, karya Zaenal Abidin bin Syamsudin.
- Syarah Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah, karya Yazid bin Abdul Qadir Jawas.
Semoga bermanfaat...
Fotenote:
[1] Bashaa-ir Dzawii Syaraf bi Syarah Marwiyyati Manhajis Salaf (hal. 43).
[2] Lihat Limaadza Ikhtartul Manhajas Salafi (hal. 86), oleh Syaikh Salim bin Ied al-Hilaly.
[3] Jami’ Bayanil Ilmi Wafadluhi, karya Ibnu Abdil Bar, juz 2/195.
[4] Lihat Siyar A’lamin nubala’ Adz-Dzahabi, 8/418.
[5] Minhajus Sunnah, Ibnu Taimiyyah, 6/357.
Hadits-hadits yang berkaitan dengan hak suami...
Rasulullah saw bersabda, “Allah tdk akan melihat kpd seorg wanita yg tdk bersyukur kpd suaminya & selalu menuntut ( tdk pernah merasa cukup).” (HR. An-Nasa’i, Al-Baihaqi & Al-Hakim).
Rasulullah saw bersabda, “Apabl seorg istri mengerjakan sholat yg 5 wkt, berpuasa di bln Ramadhan, menjaga kemaluannya (menjaga kehormatannya) & taat kpd suaminya, niscaya ia akan masuk surga dr pintu mana saja yg dikehendakinya.” (HR. Ibnu Hibban dr Abu Hurairah).
Rasulullah saw bersabda, “Wanita2 xan yg menjadi penghuni surga adh yg penuh ksh syng, bnyk anak, & bnyk kembali (setia) kpd suaminya yg apabl suaminya marah, ia mendtginya & meletakkan tangannya diats tangan suaminya & berkata, ‘aku tdk dpt tidur nyenyak hingga engkau ridho.’” (HR. Ath-Thabrani, Mu’jamul Ausath, an-Nasa’i).
Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya org yg selalu melakukan kefasikan adh penghuni neraka.” Dikatakan, “Wahai Rasulullah, sipakah yg selalu berbuat fasik itu?” Beliau menjawab, “Para wanita.” Sorg shbt bertny, “Bukankah mrk itu ibu2 kita, saudari2 kita, & istri2 kita?” Beliau menjawab, “Benar. Akan tetapi, mrk tdk bersyukur apabl diberi sesuatu. Mrk tdk bersabar apabl ditimpa musibah.” (HR. Ahmad dari Abdurrahman bin Syabl).
sumber: majalah Mawaddah
inilah JAWABAN-JAWABAN...
KENAPA AKU DIUJI ?
QURAN MENJAWAB :
Qs. Al-Ankabut : 2-3
"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan:'Kami telah beriman, sedang mereka tidak diuji lagi ?Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta."
KENAPA AKU TAK MENDAPAT APA YG AKU INGINKAN ?
QUR’AN MENJAWAB :
Qs. Al-Baqarah : 216
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu.Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui."
KENAPA UJIAN SEBERAT INI ?
QURAN MENJAWAB :
Qs. Al-Baqarah : 286
"Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya."
KENAPA FRUSTASI ?
QURAN MENJAWAB :
Qs. Al-Imran : 139
"Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang2 yg paling tinggi derajatnya, jika kamu orang2 yg beriman."
BAGAIMANA AKU HARUS MENGHADAPINYA ?
QURAN MENJAWAB :
Qs. Al-Baqarah : 45
"Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sholat; dan sesungguhnya sholat itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk"Tiada daya dan kekuatan kecuali atas pertolongan Allah semata."
APA YANG AKU DAPAT ?
QURAN MENJAWAB :
Qs. At-Taubah : 111
"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang2 mu'min, diri, harta mereka dengan memberikan jannah utk mereka."
KEPADA SIAPA AKU BERHARAP ?
QURAN MENJAWAB :
Qs. At-Taubah : 129
"Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain dari-Nya.Hanya kepada-Nya aku bertawakkal."
AKU TAK SANGGUP !!
QURAN MENJAWAB :
Qs. Yusuf : 12
"Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yg kafir."
Semoga Allah mudahkan kita istiqomah di jalan-Nya.Aamiin
#Alhamdulillah I Am Muslim
*status fb Budi Satria via Ara Binti Arfian Burhan
Tuesday, May 21, 2013
Wanita PENGHUNI Neraka (bag 03)
Saudariku Muslimah …
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam pernah menuntunkan satu amalan yang dapat menyelamatkan kaum wanita dari adzab neraka. Ketika beliau selesai khutbah hari raya yang berisikan perintah untuk bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan anjuran untuk mentaati-Nya. Beliau pun bangkit mendatangi kaum wanita, beliau menasehati mereka dan mengingatkan mereka tentang akhirat kemudian beliau bersabda : “Bershadaqahlah kalian! Karena kebanyakan kalian adalah kayu bakarnya Jahanam!” Maka berdirilah seorang wanita yang duduk di antara wanita-wanita lainnya yang berubah kehitaman kedua pipinya, iapun bertanya : “Mengapa demikian, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab : “Karena kalian banyak mengeluh dan kalian kufur terhadap suami!” (HR. Bukhari)
Bershadaqahlah! Karena shadaqah adalah satu jalan untuk menyelamatkan kalian dari adzab neraka. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menyelamatkan kita dari adzabnya. Amin.
Wallahu A’lam bish Shawwab.
...Alhamdulillaah selesai...
(Dikutip dari tulisan Muhammad Faizal Ibnu Jamil, Judul asli Wanita Penghuni Neraka, MUSLIMAH/Edisi XXII/1418/1997/Kajian Kali Ini. Url sumber http://www.geocities.com/dmgto/muslimah201/nar.htm)
Wanita PENGHUNI Neraka (bag 02)
Bentuk pertama ialah seorang istri yang biasanya berucap dan bersikap baik kepada suaminya serta segera memenuhi panggilannya, tiba-tiba berubah sikap dengan berbicara kasar dan tidak segera memenuhi panggilan suaminya. Atau ia memenuhinya tetapi dengan wajah yang menunjukkan rasa tidak senang atau lambat mendatangi suaminya. Kedurhakaan seperti ini sering dilakukan seorang istri ketika ia lupa atau memang sengaja melupakan ancaman-ancaman Allah terhadap sikap ini.
Termasuk bentuk kedurhakaan ini ialah apabila seorang istri membicarakan perbuatan suami yang tidak ia sukai kepada teman-teman atau keluarganya tanpa sebab yang diperbolehkan syar’i. Atau ia menuduh suaminya dengan tuduhan-tuduhan dengan maksud untuk menjelekkannya dan merusak kehormatannya sehingga nama suaminya jelek di mata orang lain. Bentuk serupa adalah apabila seorang istri meminta di thalaq atau di khulu’ (dicerai) tanpa sebab syar’i. Atau ia mengaku-aku telah dianiaya atau didhalimi suaminya atau yang semisal dengan itu.
Permintaan cerai biasanya diawali dengan pertengkaran antara suami dan istri karena ketidakpuasan sang istri terhadap kebaikan dan usaha sang suami. Atau yang lebih menyedihkan lagi bila hal itu dilakukannya karena suaminya berusaha mengamalkan syari’at-syari’at Allah Subhanahu wa Ta’ala dan sunnah-sunnah Rasul-Nya Shalallahu ‘alaihi wassalam. Sungguh jelek apa yang dilakukan istri seperti ini terhadap suaminya. Ingatlah sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam :“Wanita mana saja yang meminta cerai pada suaminya tanpa sebab (yang syar’i, pent.) maka haram baginya wangi Surga.” (HR. Abu Daud dan At Tirmidzi serta selain keduanya. Lihat Al Insyirah fi Adabin Nikah halaman 85)
Bentuk kedurhakaan kedua yang dilakukan para istri terjadi dalam hal perbuatan yaitu ketika seorang istri tidak mau melayani kebutuhan seksual suaminya atau bermuka masam ketika melayaninya atau menghindari suami ketika hendak disentuh dan dicium atau menutup pintu ketika suami hendak mendatanginya dan yang semisal dengan itu.
Termasuk dari bentuk ini ialah apabila seorang istri keluar rumah tanpa izin suaminya walaupun hanya untuk mengunjungi kedua orang tuanya. Yang demikian seakan-akan seorang istri lari dari rumah suaminya tanpa sebab syar’i. Demikian pula jika sang istri enggan untuk bersafar (melakukan perjalanan) bersama suaminya, mengkhianati suami dan hartanya, membuka dan menampakkan apa yang seharusnya ditutupi dari anggota tubuhnya, berjalan di tempat umum dan pasar-pasar tanpa mahram, bersenda gurau atau berbicara lemah-lembut penuh mesra kepada lelaki yang bukan mahramnya dan yang semisal dengan itu.
Bentuk lain adalah apabila seorang istri tidak mau berdandan atau mempercantik diri untuk suaminya padahal suaminya menginginkan hal itu, melakukan puasa sunnah tanpa izin suaminya, meninggalkan hak-hak Allah seperti shalat, mandi janabat, atau puasa Ramadlan.
Maka setiap istri yang melakukan perbuatan-perbuatan seperti tersebut adalah istri yang durhaka terhadap suami dan bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Jika kedua bentuk kedurhakaan ini dilakukan sekaligus oleh seorang istri maka ia dikatakan sebagai istri yang durhaka dengan ucapan dan perbuatannya. (Dinukil dari kitab An Nusyuz karya Dr. Shaleh bin Ghanim As Sadlan halaman 23-25 dengan beberapa tambahan)
Sungguh merugi wanita yang melakukan kedurhakaan ini. Mereka lebih memilih jalan ke neraka daripada jalan ke Surga karena memang biasanya wanita yang melakukan kedurhakaan-kedurhakaan ini tergoda oleh angan-angan dan kesenangan dunia yang menipu.
Ketahuilah wahai saudariku Muslimah, jalan menuju Surga tidaklah dihiasi dengan bunga-bunga nan indah, melainkan dipenuhi dengan rintangan-rintangan yang berat untuk dilalui oleh manusia kecuali orang-orang yang diberi ketegaran iman oleh Allah. Tetapi ingatlah di ujung jalan ini ada Surga yang Allah sediakan untuk hamba-hamba-Nya yang sabar menempuhnya.
Ketahuilah pula bahwa jalan menuju neraka memang indah, penuh dengan syahwat dan kesenangan dunia yang setiap manusia tertarik untuk menjalaninya. Tetapi ingat dan sadarlah bahwa neraka menanti orang-orang yang menjalani jalan ini dan tidak mau berpaling darinya semasa ia hidup di dunia.
Hanya wanita yang bijaksanalah yang mau bertaubat kepada Allah dan meminta maaf kepada suaminya dari kedurhakaan-kedurhakaan yang pernah ia lakukan. Ia akan kembali berusaha mencintai suaminya dan sabar dalam mentaati perintahnya. Ia mengerti nasib di akhirat dan bukan kesengsaraan di dunia yang ia takuti dan tangisi.
3. Tabarruj
Yang dimaksud dengan tabarruj ialah seorang wanita yang menampakkan perhiasannya dan keindahan tubuhnya serta apa-apa yang seharusnya wajib untuk ditutupi dari hal-hal yang dapat menarik syahwat lelaki. (Jilbab Al Mar’atil Muslimah halaman 120)
Hal ini kita dapati pada sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam tentang wanita-wanita yang berpakaian tapi hakikatnya telanjang dikarenakan minimnya pakaian mereka dan tipisnya bahan kain yang dipakainya. Yang demikian ini sesuai dengan komentar Ibnul ‘Abdil Barr rahimahullah ketika menjelaskan sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam tersebut.Ibnul ‘Abdil Barr menyatakan : “Wanita-wanita yang dimaksudkan Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam adalah yang memakai pakaian yang tipis yang membentuk tubuhnya dan tidak menutupinya, maka mereka adalah wanita-wanita yang berpakaian pada dhahirnya dan telanjang pada hakikatnya … .” (Dinukil oleh Suyuthi di dalam Tanwirul Hawalik 3/103 )
Mereka adalah wanita-wanita yang hobi menampakkan perhiasan mereka, padahal Allah Subhanahu wa Ta’ala telah melarang hal ini dalam firman-Nya : “Dan janganlah mereka menampakkan perhiasan-perhiasan mereka.” (An Nur : 31)
Imam Adz Dzahabi rahimahullah menyatakan di dalam kitab Al Kabair halaman 131 : “Termasuk dari perbuatan-perbuatan yang menyebabkan mereka dilaknat ialah menampakkan hiasan emas dan permata yang ada di dalam niqab (tutup muka/kerudung) mereka, memakai minyak wangi dengan misik dan yang semisalnya jika mereka keluar rumah … .”
Dengan perbuatan seperti ini berarti mereka secara tidak langsung menyeret kaum pria ke dalam neraka, karena pada diri kaum wanita terdapat daya tarik syahwat yang sangat kuat yang dapat menggoyahkan keimanan yang kokoh sekalipun. Terlebih bagi iman yang lemah yang tidak dibentengi dengan ilmu Al Qur’an dan As Sunnah. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam sendiri menyatakan di dalam hadits yang shahih bahwa fitnah yang paling besar yang paling ditakutkan atas kaum pria adalah fitnahnya wanita.
Sejarah sudah berbicara bahwa betapa banyak tokoh-tokoh legendaris dunia yang tidak beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala hancur karirnya hanya disebabkan bujuk rayu wanita.Dan berapa banyak persaudaraan di antara kaum Mukminin terputus hanya dikarenakan wanita. Berapa banyak seorang anak tega dan menelantarkan ibunya demi mencari cinta seorang wanita, dan masih banyak lagi kasus lainnya yang dapat membuktikan bahwa wanita model mereka ini memang pantas untuk tidak mendapatkan wanginya Surga.
Hanya dengan ucapan dan rayuan seorang wanita mampu menjerumuskan kaum pria ke dalam lembah dosa dan hina terlebih lagi jika mereka bersolek dan menampakkan di hadapan kaum pria. Tidak mengherankan lagi jika di sana-sini terjadi pelecehan terhadap kaum wanita, karena yang demikian adalah hasil perbuatan mereka sendiri.
Wahai saudariku Muslimah …
Hindarilah tabarruj dan berhiaslah dengan pakaian yang Islamy yang menyelamatkan kalian dari dosa di dunia ini dan adzab di akhirat kelak.Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
“Dan tinggallah kalian di rumah-rumah kalian dan janganlah kalian bertabarruj dengan tabarrujnya orang-orang jahiliyyah pertama dahulu.” (Al Ahzab : 33)Masih banyak sebab-sebab lainnya yang mengantarkan wanita menjadi mayoritas penduduk neraka. Tetapi kami hanya mencukupkan tiga sebab ini saja karena memang tiga model inilah yang sering kita dapati di dalam kehidupan masyarakat negeri kita ini.
...in syaa Allaah bersambung...
